Benteng Pendem, adalah salah satu dari sekian banyak obyek wisata yang ada di cilacap. Benteng ini merupakan benteng peninggalan penjajahan Belanda dimasa lalu dan terus dilestarikan keberadaanya hingga saat ini oleh pemerintah kabupaten Cilacap.
Dari materi yang pernah saya baca, nama “Benteng Pendem” diambil dari bahasa jawa “pendem” yang berarti terpendam. Disebut demikian karena struktur bangunannya terpendam di dalam tanah sedalam 3,5 meter. Terletak di pesisir pantai Teluk Penyu dan berdiri di lahan milik Pertamina.
Sekitar 2 tahun yang lalu saya pernah mengunjungi tempat ini berkenaan dengan acara Gelar Anak Daerah (GADA) yang diadakan oleh pemerintah kabupaten Cilacap. Sampai di sana kami langsung dibimbing petugas dan pemandangan pertama yang saya lihat adalah sebuah parit dengan batu yang bertuliskan benteng pendem di sampingnya. Kami bermain – main di atas rumput hijau sebentar sebelum melanjutkan perjalanan menelusuri bagian lain dari benteng ini. Saat kembali berjalan, saya tekejut ternyata disana banyak sekali ruangan yang dulunya pernah digunakan belanda untuk memenjarakan para tahanan. Karena bangunan ini sudah mulai berumur kebanyakan dari bangunan ini ditumbuhi lumut atau tumbuhan lain. Diakhir perjalanan terlihat ada sebuah benteng yang terdapat 12 ruangan yang dahulu digunakan untuk penembakan/ruang jaga. Jika kalian ingin berfoto, banyak tempat yang bisa dijadikan objek berfoto, contohnya dari atas tempat yang mirip seperti bukit kecil sehingga pemandangan yang disajikan sungguh menawan.
Jika belum puas berkunjung ke Benteng Pendem, teman – teman bisa bergeser sedikit ke pantai maupun menyeberang ke Nusakambangan mengunakan jasa perahu penyeberangan yang tersedia di tepi pantai dengan jarak tempuh hanya 15 menit dan biaya 15 ribu saja pulang pergi perorang.
Nama : Gerald Bona Pasogit Nainggolan
NIM : 514 0811 107


Tidak ada komentar:
Posting Komentar