Benteng Pendem, adalah salah satu dari sekian banyak obyek wisata yang ada di cilacap. Benteng ini merupakan benteng peninggalan penjajahan Belanda dimasa lalu dan terus dilestarikan keberadaanya hingga saat ini oleh pemerintah kabupaten Cilacap.
Dari materi yang pernah saya baca, nama “Benteng Pendem” diambil dari bahasa jawa “pendem” yang berarti terpendam. Disebut demikian karena struktur bangunannya terpendam di dalam tanah sedalam 3,5 meter. Terletak di pesisir pantai Teluk Penyu dan berdiri di lahan milik Pertamina.
Sekitar 2 tahun yang lalu saya pernah mengunjungi tempat ini berkenaan dengan acara Gelar Anak Daerah (GADA) yang diadakan oleh pemerintah kabupaten Cilacap. Sampai di sana kami langsung dibimbing petugas dan pemandangan pertama yang saya lihat adalah sebuah parit dengan batu yang bertuliskan benteng pendem di sampingnya. Kami bermain – main di atas rumput hijau sebentar sebelum melanjutkan perjalanan menelusuri bagian lain dari benteng ini. Saat kembali berjalan, saya tekejut ternyata disana banyak sekali ruangan yang dulunya pernah digunakan belanda untuk memenjarakan para tahanan. Karena bangunan ini sudah mulai berumur kebanyakan dari bangunan ini ditumbuhi lumut atau tumbuhan lain. Diakhir perjalanan terlihat ada sebuah benteng yang terdapat 12 ruangan yang dahulu digunakan untuk penembakan/ruang jaga. Jika kalian ingin berfoto, banyak tempat yang bisa dijadikan objek berfoto, contohnya dari atas tempat yang mirip seperti bukit kecil sehingga pemandangan yang disajikan sungguh menawan.
Jika belum puas berkunjung ke Benteng Pendem, teman – teman bisa bergeser sedikit ke pantai maupun menyeberang ke Nusakambangan mengunakan jasa perahu penyeberangan yang tersedia di tepi pantai dengan jarak tempuh hanya 15 menit dan biaya 15 ribu saja pulang pergi perorang.
Nama : Gerald Bona Pasogit Nainggolan
NIM : 514 0811 107
Civil Engineering
Senin, 04 Mei 2015
Waterpass
Waterpass adalah alat yang digunakan untuk mengukur atau menentukan sebuah benda atau garis dalam posisi rata baik pengukuran secara vertikal maupun horizontal. Ada banyak jenis alat waterpass yang digunakan dalam pertukangan, tapi jenis yang paling sering dipergunakan adalah waterpass panjang 120 cm yang terbuat dari bahan kayu dengan tepi kuningan, dimana alat ini terdapat dua buah alat pengecek kedataran baik untuk vertikal maupun horizontal yang terbuat dari kaca dimana didalamnya terdapat gelembung cairan, dan pada posisi pinggir alat terdapat garisan pembagi yang dapat dipergunakan sebagai alat ukur panjang.
Saat ini waterpass banyak dijumpai dalam berbagai ukuran dan bahan. Ukuran yang umum dapat dijumpai adalah waterpass dengan panjang 0,5 m, 1 m, 2m, dan 3 m. Umumnya berbentuk persegi panjang dengan lebar 5-8 cm dan tebal 3 cm. Kedua sisi mempunyai permukaan rata sebagai bidang yang ditempatkan ke permukaan yang akan diperiksa kedatran atau ketegakannya. Ditengah bagian adalah terdapat berbentuk lobang dan ditengahnya sebagai penempatan kaca gelembung sebagai alat pemeriksaan kedataran, dan pada salah satu ujung terdapat lobang dan ditengahnya sebagai penempatan kaca gelembung sebagai alat pemeriksaan ketegakan vertikal.
Bahan waterpass yang umum terdapat adalah dari bahan kayu dan aluminium. Umumnya orang lebih mengyukai waterpass yang terbuat dari bahan aluminium karena lebih tahan lama dan lebih ringan untuk digunakan.
Pemakaian waterpass dilakukan dengan sederhana, yaitu menempatkan permukaan alat ke bidang permukaan yang di cek. Untuk mengecek kedataran maka dapat diperhatikan gelembung cairan pada alat pengukur yang ada bagian tengah alat waterpass. Sedangkan untuk mencek ketegakan maka dapat dilihat gelembung pada bagian ujung waterpass. Untuk memastikan apakah bidang benar rata maka gelembung harus benar benar berada ditengah alat yang ada.
Nama : Gerald Bona Pasogit Nainggolan
NIM : 514 0811 107
Pemasangan Batu Bata
Pertama ambil adukan 1 sendok sekop kecil yang sudah dibuat dengan perbandingan 1 pc : 2 ps, kemudian taruh diatas pasangan yang sudah ada lalu di ratakan kemudian taruh batu bata di atas adukan. pada peletakan batu bata yang di ujung dekat kolom usahakan diberi jarak 2 cm.
Kemudian beri adukan kembali dan pasang batu bata yang kedua sejajar dengan yang pertama lalu pukul dengan pelan batu batanya agar tidak pecah.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
DATA PRIBADI
Nama Lengkap : Gerald Bona Pasogit Nainggolan
Tempat, Tanggal Lahir : Cilacap, 9 Maret 1996
Alamat : Kampung Muhammadiyah, Warungboto, Umbulharjo,Yogyakarta
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Katholik
Status : Belum Menikah
Tinggi/Berat Badan : 170 cm / 72 kg
Telepon : 082226837925
E-mail : geraldbona77@gmail.com
RIWAYAT PENDIDIKAN
PENDIDIKAN FORMAL
2002 – 2008 : SDN Jenang 02 Majenang
2008 – 2011 : SMPN 1 Majenang
2011 – 2014 : SMKN 1 Wanareja
2014 – 2018 : Universitas Teknologi Yogyakarta (S-1 Teknik Sipil)
PENDIDIKAN NON FORMAL
2004 – 2014 : Kursus Ganesha Operation Cabang Majenang
2008 – 2011 : Pelatihan Basket Kota Cilacap
KEMAMPUAN
Dapat menguasai komputer (CorelDraw, Photoshop, Autocad, 3DSMAX, Design Interior / Eksterior, dll)
Saya adalah seorang yang lahir pada tanggal 9 maret pada tahun 1996. saya memiliki perawakan yang besar dan tinggi dengan jenis kulit sawo matang. saya memiliki hobby bermain basket, sepak bola, dan berenang.
Nama : Gerald Bona Pasogit Nainggolan
NIM : 5140811107
Nama Lengkap : Gerald Bona Pasogit Nainggolan
Tempat, Tanggal Lahir : Cilacap, 9 Maret 1996
Alamat : Kampung Muhammadiyah, Warungboto, Umbulharjo,Yogyakarta
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Katholik
Status : Belum Menikah
Tinggi/Berat Badan : 170 cm / 72 kg
Telepon : 082226837925
E-mail : geraldbona77@gmail.com
RIWAYAT PENDIDIKAN
PENDIDIKAN FORMAL
2002 – 2008 : SDN Jenang 02 Majenang
2008 – 2011 : SMPN 1 Majenang
2011 – 2014 : SMKN 1 Wanareja
2014 – 2018 : Universitas Teknologi Yogyakarta (S-1 Teknik Sipil)
PENDIDIKAN NON FORMAL
2004 – 2014 : Kursus Ganesha Operation Cabang Majenang
2008 – 2011 : Pelatihan Basket Kota Cilacap
KEMAMPUAN
Dapat menguasai komputer (CorelDraw, Photoshop, Autocad, 3DSMAX, Design Interior / Eksterior, dll)
Saya adalah seorang yang lahir pada tanggal 9 maret pada tahun 1996. saya memiliki perawakan yang besar dan tinggi dengan jenis kulit sawo matang. saya memiliki hobby bermain basket, sepak bola, dan berenang.
Nama : Gerald Bona Pasogit Nainggolan
NIM : 5140811107
Senin, 16 Maret 2015
Struktur Bangunan
Upper Struktur dan Sub Struktur
Struktur bangunan pada umumnya terdiri dari Upper
Structure (struktur atas) dan Substructure (struktur bawah). Struktur atas yang
dimaksud adalah struktur bangunan yang berada dia atas permukaan tanah seperti
kolom, balok, plat, dan lain-lain. Sedangkan struktur bawah ialah pondasi dan struktur
bangunan yang berada di bawah permukaan tanah
Suatu perencanaan memerlukan struktur yang tepat dan
teliti agar dapat memenuhi kriteria kekuatan, kenyamanan, keselamatan, dan umur
rencana bangunan. Beban – beban yang bekerja pada struktur seperti beban mati,
beban hidup, beban gempa, dan beban angin menjadi bahan perhitungan awal dalam
perencanaan struktur untuk mendapatkan besar dan arah gaya yang bekerja pada
setiap komponen struktur, kemudian dapat dilakukan analisis struktur untuk
mengetahui besarnya kapasitas penampang dan tulangan yang dibutuhkan oleh masing
- masing struktur.
1.
Upper Struktur
Merupakan struktur utama pendukung berat bangunan dan
beban luar yang bekerja padanya. Rangka bangunan untuk bangunan bertingkat
sederhana atau bertingkat rendah, umumnya berupa struktur rangka portal.
Struktur ini berupa kerangka yang terdiri dari kolom, balok, plat lantai, tangga,
dinding geser, dan atap yang merupakan rangkaian yang menjadi satu
kesatuan yang kuat.
·
Kolom
adalah suatu struktur vertikal yang berfungsi sebagai
penopang atap bangunan. Kolom berfungsi untuk menyalurkan beban diatasnya
menuju pondasi untuk diteruskan ke tanah.
·
Balok
Adalah bagian dari struktural
bangunan yang kaku dan dirancang untuk menanggung dan mentrasfer beban menuju
elemen – elemen kolom penopang. Selain itu balok berfungsi sebagai pengikat
kolom agar apabila
·
Plat Lantai
Plat lantai adalah lantai yang
tidak terletak di atas tanah langsung, jadi merupakan lantai tingkat. Plat
lantai ini didukung oleh balok – balok yang bertumpu pada kolom – kolom
bangunan
Ketebalan plat lantai
ditentukan oleh :
§ Besar lendutan yang
diijinkan.
§ Lebar bentangan atau
jarak antara balok – balok pendukung.
§ Bahan konstruksi dan
plat lantai.
Sistem plat lantai :
§ Sistem plat satu
sistem.
§ Sistem plat dua arah.
·
Tangga
Tangga merupakan suatu
komponen struktur yang terdiri dari plat, bordes dan anak tangga yang
menghubungkan satu lantai dengan lantai di atasnya. Tangga mempunyai bermacam –
macam tipe, yaitu tangga dengan bentangan arah horizontal, tangga dengan arah
bentangan ke arah memanjang, tangga kantilever, tangga spiral, dan tangga
melayang.
Jenis – jenis tangga :
ü Tangga plat.
ü Tangga balok.
ü Tangga kantilever.
·
Dinding Geser
adalah jenis struktur dinding
yang berbentuk beton bertulang yang biasanya dirancang untuk menahan gaya
geser, gaya lateral akibat gempa bumi.
·
Atap
Atap adalah bagian paling atas dari
suatu bangunan, yang melindungi gedung dan penghuninya secara fisik maupun
metafisik. Permasalahan atap tergantung pada luasnya ruang yang harus
dilindungi, bentuk dan konstruksi yang dipilh, dan lapisan penutupnya. Struktur
atap terbagi menjadi rangka atap dan penopang rangka atap. Rangka atap
berfungsi menahan beban dari bahan penutup. Penopang rangka atap adalah balok
kayu / baja yang disusun membentuk segitiga,
disebut dengan istilah kuda – kuda.
Kuda – kuda adalah suatu
komponen rangka batang yang berfungsi untuk mendukung beban atap termasuk juga
beratnya sendiri dan sekaligus dapat memberikan bentuk apa atapnya. Kuda – kuda
merupakan penyangga utama pada struktur atap.
2. Sub Struktur
Adalah seluruh bagian dari struktur yang
berada di bawah permukaan tanah. Contohnya Pondasi.
Pondasi merupakan bagian utama dari
sebuah bangunan, tanpa adanya pondasi yang kokoh bangunan tak akan kuat serta
tidak aman untuk ditempati.
Pondasi adalah struktur bagian
bawah dari bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah, atau bagian
bangunan yang terletak di bawah permukaan tanah yang mempunyai fungsi memikul
beban bagian bangunan lainnya di atasnya. Pondasi harus diperhitungkan untuk
menjamin kestabilan bangunan terhadap beratnya sendiri, beban – beban bangunan,
dan gaya – gaya dari luar. Di samping itu, tidak boleh terjadi penurunan level
melebihi batas yang diijinkan.
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)


